Saya Tidak Ingin Mitra Saling Menjatuhkan Harga

Saya pernah melihat jaringan kemitraan tumbuh cepat, tetapi orang-orang di dalamnya justru berebut pelanggan di wilayah yang sama. Ujungnya mudah ditebak: perang harga, hubungan yang tidak sehat, dan mitra kecil yang paling dulu kehabisan ruang.

Karena itu, saya menggunakan kuota dasar lima agen pemeriksa dan satu mitra toko fisik per kabupaten atau kota. Admin dapat menyesuaikan kuota dan biaya onboarding; angka dasar ini bukan janji slot kosong atau hak wilayah eksklusif. Agen menjalankan inspeksi yang ditugaskan, sedangkan mitra mengelola stok serta pesanan toko dan dapat menjalankan inspeksi jika ditugaskan.

Dukungan Digital Harus Mengurangi Beban Mitra

Saya juga tidak ingin mitra langsung terbebani urusan desain, iklan, dan penulisan konten. Dalam skema ini, pemasaran digital Toko Cece disiapkan dari pusat agar calon pembeli lokal dapat diarahkan ke kontak mitra di wilayahnya.

Materi promosi dan edukasi disediakan secara berkala. Dengan begitu, agen atau pemilik toko bisa lebih fokus pada komunikasi, pemeriksaan unit, dan pelayanan pelanggan.

  • Kampanye berbasis wilayah untuk menjangkau calon pelanggan lokal.
  • Pustaka konten siap tayang untuk story, feed, dan reels.
  • Standar serta sertifikasi asisten audit untuk membangun kepercayaan.

Saya Ingin Perhitungannya Bisa Dilihat Sejak Awal

Biaya onboarding dasar agen adalah Rp300.000 dan mitra Rp1.200.000. Biaya mitra ini bukan modal stok. Pengajuan publik atau peningkatan peran pembeli terverifikasi mengikuti reservasi kuota, escrow biaya onboarding, lalu audit fisik, identitas, dan kapasitas oleh pihak ketiga independen yang dialihdayakan. Persetujuan setelah audit mengaktifkan kredensial; penolakan berarti refund penuh biaya onboarding.

Partner berbeda dari agen dan mitra toko: partner mengelola infrastruktur lintas beberapa kabupaten atau kota melalui penugasan admin, tanpa kuota partner per kota. Acuan Rp15.000.000 adalah CapEx perangkat keras, bukan biaya registrasi partner atau bukti node sudah aktif.

Untuk inspeksi, pembagiannya 70% pelaksana (agen atau mitra), 12% partner wilayah, dan 18% platform. Tanpa partner, pelaksana mendapat 70% dan platform 30%. Konsinyasi dengan partner menggunakan margin kotor, bukan omzet: 50% mitra, 15% partner, dan 35% platform. Skema konsinyasi tanpa partner belum ditentukan.

Ilustrasi partner pada tarif Rp250.000 memberi bagian kotor Rp30.000 per inspeksi: 500 inspeksi untuk menyamai CapEx Rp15.000.000, sekitar 42 hari pada 12 inspeksi per hari atau 100 hari pada 5 per hari. Ini sebelum OPEX, pajak, dan pemeliharaan, bukan janji balik modal atau perubahan tarif jasa publik.

Alur interaktif pengajuan ada di demo lokal Jaringan & kemitraan, melalui /dashboard/v2/buyer?module=network. Gunakan data fiktif: demo tidak memverifikasi identitas, menjalankan audit lapangan, menahan atau memindahkan uang, menerbitkan kredensial produksi, atau mengaktifkan infrastruktur nyata.